Makassar, Sulawesi Selatan baka@umi.ac.id Senin–Jumat, 08.00–17.00 WITA
ID EN

Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) di Pekan Pesantren UMI

Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) di Pekan Pesantren UMI

PANGKEP – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkokoh komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam melahirkan generasi religius, tetapi juga menjamin terciptanya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan humanis. Hal ini dibuktikan melalui penyampaian materi wajib mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) dalam rangkaian pelaksanaan Pekan Pesantren Mahasiswa Baru UMI.

Hadir langsung sebagai pemateri utama dalam sesi ini adalah Kepala Bidang Soft Skill dan PKM UMI, Dr. Sutiawati, S.H., M.H. Di hadapan ratusan mahasiswa baru yang menyimak jalannya materi, beliau memaparkan secara komprehensif mengenai urgensi penerapan regulasi anti-kekerasan di lingkungan kampus, sejalan dengan mandat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dalam pemaparannya, Dr. Sutiawati menekankan bahwa pengenalan materi PPKPT sejak dini sangat penting agar para mahasiswa baru memahami hak-hak mereka atas rasa aman selama menempuh studi. Beliau mengupas tuntas berbagai bentuk kekerasan yang menjadi fokus pencegahan, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan (bullying), pelecehan seksual, hingga tindakan intoleransi yang dapat mencederai marwah institusi pendidikan.

"Kampus UMI adalah rumah bagi para pencari ilmu. Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, kita wajib menumbuhkan ekosistem sosial yang saling menghormati dan menghargai. Segala bentuk kekerasan dan perundungan tidak memiliki tempat di lingkungan ini. Melalui materi PPKPT ini, kami ingin memastikan mahasiswa baru tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi pelopor dalam memutus rantai kekerasan di sekitar mereka," tegas Kepala Bidang Soft Skill dan PKM UMI dalam sesinya.

Selain menjelaskan definisi dan aspek hukum, Dr. Sutiawati juga memperkenalkan struktur dan fungsi Satuan Tugas (Satgas) PPKPT UMI kepada para mahasiswa baru. Beliau memaparkan mekanisme pelaporan terpadu yang aman, rahasia, dan akuntabel, sehingga mahasiswa tidak perlu takut untuk melapor apabila melihat atau mengalami tindakan kekerasan di area kampus.

Edukasi yang berlangsung interaktif ini disambut antusias oleh para peserta Pekan Pesantren. Melalui pembekalan regulasi yang ketat dan sistematis ini, UMI berharap dapat terus mengukuhkan perannya sebagai ruang aman (safe space) yang mendukung penuh proses tumbuh kembang potensi mahasiswa tanpa adanya bayang-bayang intimidasi maupun kekerasan.